ASTEK & Jamsostek

(Catatan dari sang dosen)

Sebelum undang-undnag jamsostek diberlakukan maka untuk melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja, pemerintah menggunakan program asurasni sosial tenaga kerja (astek).

Subyek yang idiwajibkan mengikuti astek adalah :

1. Perusahaan yang memenuhi syarat untuk mengasuransikan tenaga kerjanya pada program astek.

2. Tenaga kerja dari perusahaan yang diwajibkan untuk mengasuransikan tenaga kerjanya dalam perogram astek.

Adapun syarat perusahaan yang diwajibkan mengikuti astek yaitu berdasarkan jumlah tenaga kerja dan jumlah upah tenaga kerja setiap bulan. Adapaun perusahaan yang memenuhi syarat tersebut harus memenui :

1. Persusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih atau membayayar upah lima juta atau lebih.

2. Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 25 orang atau lebih dan membayar upah lebih dari satu juta rupuah.

3. Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 10 orang atau lebih dan membayar upah lebih dari satu juga rupiah perbulan.

Program astek teridri dari tiga yaitu asuransi kecelakaan kerja (AKK), tabungan haru tua (THT) dan asuransi kematian (AK). Besarna biaya iuran antara lain :

AKK (0,24 %-3,6%) ditanggung oleh pengusaha atau perusahaan.

THT (1,5%) ditanggung oleh pengusahan dan (1%) ditanggung oleh Tenaga kerja.

AK(0,50%) ditanggung oleh pengusaha.

JAMSOSTEK

Dasar hukum yaitu diatur oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Sementara itu peraturan pelaksana anatar lain

PP No 14 Tahun 1993 Tentang penyelenggaraan program jamsostek

PP No 35 Tahun 1996 Tentang penunjukkan PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara.

Keppres No 22 Tahun 1993 Tentang Payakit yang timbul karena hubungan kerja.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per. 05/Men/1993 Tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, pembayaran iuran, pembayaran santunan dan pelayanan.

Jamsostek adalah suatu perlindugan bagi tenaga kerja termasuk juga suam/sistri serta anak dalam bentuk santunan berupa uang sebagai sebagagian penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh TK (Suami/Istri, anak) berupa kecelakaan kerja, skait, hamil, bersalin, hari tua dan meninggal dunia.

Jamsostek bersifat wajib bagi perusahaan yang memenuhi syarat dan bersifat sukarela bagi perusahaan yang tidak memnuhi syarat. Perusahaan yang memnuhi kualifikasi yaitu

1. perusahaan yang mempynya tenaga kerja 10 orang atau lebih dan /atau membayar upah satu juta atau lebih setiap bulan.

2. Perusahaan peserta program Astek

3. Perusahaan perserta program jamsostek yang walaupun tidak memenuhi syarat lagi.

Adapapun bentuk-bentuk program jamsostek ada empat yaitu Jaminan kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK).

Besarnya Iuran Jamostek persentasi dari gaji pokok :

1. JKK (program hanya untuk tenaga kerja ybs (0,24%-1,74%) dari gaji pokok perbulan yang ditanggung oleh perusahaan /pengusaha.

2. JHT (3,7%) ditanggung oleh pengusaha sendangkan (2%) ditanggung oleh tenaga kerja.

3. JK (0,30%) ditanggung oleh pengusaha.

4. JPK (6%) bagi tenaga kerja yang sudah berkeluarga ditanggung oleh pengusaha. (3%) bagi tenaga kerja yang belum berkeluarga ditanggung oleh pengusaha. Maka jika ingin mengurangi beban pengeluaran pengusaha atau perusahaan yakni dengan cara mempekerjakan tenaga kerja yang belum berkeluarga. Jika janda / duda maka jika yang bersangkutan belum punya anak maka dikatagorikan sebagi tenaga kerja yang belum berkeluarga.

This entry was posted in Materi Kuliah. Bookmark the permalink.