Pragmatis dan Oportunis

Saya sering sekali mendengar kata pragmatis dan oportunis. Bahkan pernah saya dibilang orangnya pragmatis oportunis. waktu  itu sih saya cuek saja, wong artinya juga tidak paham. Agakya makna itu berkonotasi negatif. Di koran-koran juga saya sering membaca kata tersebut. Kedua kata tersebut memang sering saling disandingkan.  Contohnya tulisan Mafia “Berjubah” Demokrasi, oleh Reza Syafawi (Kompas, 23 mei 2012). Di dalam tulisannya ia menulis “Aktor politik memanfaatkan pragmatisme publik meraih suara”. Ada lagi tulisan Saat Mahasiswa Krisis Jati Diri (KR, 24 April 2012), dimana dipakai kalimat “Euforia, hedonisme, kapitalisme, dan pragmatisme telah menjalar dari generasi ke generasi”. Dalam bukunya Generasi Muda Menolak Kemiskinan, Chavachay Syaifullah beberapa kali menggunakan istilah Pragmatisme untuk menggambarkan kondisi pemuda saat ini.

Nah saya masih bingung dalam memaknasi kata “oportunis” dan “Pragmatis”. Sebenarnya kedua kata itu bermakna positif atau negatif sih? Makannya saya mencari kedua arti kata itu. Dari hasil Penelusuran saya didapatkan hasil sebagai berikut :

Pragmatisme berasal dari bahasa Inggris yaitu Pragmatism. Dalam Oxford Advanced Learners Dictionary,

Pragmatism is thinking about or treating  things in a practical way rather than according to general theories.

(memikirkan sesuatu atau memperlakukan  sesuatu dalam  tataran praktik daripada berdasarkan teori),. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

Pragmatis adalah bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan).

Pragmatisme adalah kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia.

Di lain sisi, pengertian Oportunisme bersal dari kata Oportunism menurut kamus Oxford “the practice of looking for and using opportunities to gain an advantages for oneself, without considering if this is fair or right”

senada dengan itu menurut Kamus Besar bahasa Indonesia oportunisme adalah paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari kesempatan yang ada tanpa berpegang pada prinsip tertentu. Oportunis adalah orang yang bersifat oportunisme.

Nah, sudah tau kah makna atau arti daripada kata pragmatis dan oportunis. Apakah kalian termasuk orang yang pragmatis atau oportunis? hehehe, semoga tulisan ini bermanfaat .. kalo ada salah mohon dikoreksi… thx…

Sumber :

1. Oxford Avanced Learner’s Dictionary

2. Kamus Besar Bahasa Indoensia (edisi ketiga), Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka

3. (Lihat buku Chavachay Syaifullah, Generasi Muda menolak Kemiskinan, 2008, Klaten, Penerbit Cempaka Putih)

This entry was posted in Opini Saya. Bookmark the permalink.
  • TipiTuner

    Untuk oportunis sepertinya memang lebih banyak negatifnya ya mas. Tapi untuk pragmatis kok menurut saya oke2 saja.. Coba saya pelajari lagi lebih dalam deh..
    Salam kenal juga mas happy
    Saya ada di http://egazulfikar.blog.ugm.ac.id

  • aprian.wibowo

    wah, makannya saya juga masih bingung, kata teman saya sih pragmatis itu seperti orang yang ingin menjalani sesuatu dengan jalan yang paling mudah… jadi pengennya enak aja gitu… tapi aku masih may tanya2 kepada yang lebih paham… maskasi ya sudah koment salam kenal juga..

  • gabe sri sutarti sihombing

    saya sih diblang pragmatis tanpa ada embel-embel oportunis nya. setuju dengan mas tipituner pragmatis lebih positif daripada oportunis..big grin

  • Mahrus ali

    makasih gan infonya siipppp

  • irman

    salam cerdas…… happy

  • nay

    Unit pengembangan bahasa haha